Course ini akan membimbing peserta dari pemahaman dasar hingga penerapan lanjutan dalam perancangan desain dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) kekinian yang sesuai dengan standar SPPG. Peserta akan mempelajari bagaimana desain dapur layanan makanan dikembangkan secara sistematis, mulai dari analisis kebutuhan kapasitas produksi, penyusunan denah dan zoning dapur, hingga penataan peralatan dan alur kerja yang higienis serta efisien.
Dalam course ini, peserta akan mempraktikkan pembuatan layout dapur 2D dan visualisasi 3D menggunakan software desain yang umum digunakan, dengan fokus pada penerapan prinsip sanitasi, pemisahan area bersih dan kotor, alur satu arah bahan makanan, serta keamanan pangan sesuai standar SPPG. Peserta juga akan dibekali pemahaman pemilihan material lantai, dinding, dan meja kerja yang mudah dibersihkan dan aman untuk operasional dapur MBG.
Selain aspek teknis desain, course ini membahas evaluasi kesesuaian desain dapur dengan standar SPPG, sehingga peserta mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan desain yang dibuat secara fungsional dan operasional. Melalui pendekatan studi kasus dan mini project, course ini dirancang untuk menghasilkan desain dapur MBG yang siap diaplikasikan, efisien, dan relevan dengan kebutuhan program MBG di lapangan.
A. Mengapa Desain Dapur MBG Sesuai Standar SPPG
1. Standar SPPG memberikan kerangka kerja menyeluruh (all in one) dalam perancangan dapur MBG, mulai dari pengaturan denah, zoning ruang, alur proses makanan, penempatan peralatan, hingga aspek sanitasi dan keamanan pangan, sehingga desain tidak hanya menarik secara visual tetapi juga layak operasional.
2. Prinsip perancangan berbasis fungsi dan alur kerja memungkinkan setiap perubahan pada layout dapur (misalnya kapasitas produksi atau jenis menu) dapat disesuaikan secara sistematis tanpa mengganggu keseluruhan sistem kerja dapur.
3. Pemisahan area bersih dan area kotor serta penerapan alur satu arah sesuai SPPG membuat risiko kontaminasi silang dapat diminimalkan, sehingga dapur lebih aman dan efisien untuk produksi makanan bergizi dalam skala besar.
4. Standar SPPG menjadi acuan bersama bagi perancang, pengelola dapur, dan pelaksana lapangan, sehingga memudahkan komunikasi, pengawasan, dan implementasi desain dapur MBG secara konsisten.
5. Desain dapur MBG kekinian tetap dapat menghadirkan visual yang rapi, modern, dan profesional, namun tetap mengutamakan aspek higienitas, kemudahan pembersihan, dan keselamatan kerja.
6. Dengan menerapkan standar SPPG, desain dapur memiliki kejelasan spesifikasi, seperti jenis material, dimensi ruang, kebutuhan peralatan, serta kapasitas produksi, sehingga perencanaan menjadi lebih akurat dan terukur.
B. Perkembangan & Konteks Perancangan Dapur MBG
1. Desain dapur MBG merupakan bagian dari transformasi sistem layanan makanan yang semakin menekankan keamanan pangan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan. Berbeda dengan pendekatan desain dapur konvensional yang hanya berfokus pada tata letak visual, perancangan dapur MBG berbasis standar SPPG mengintegrasikan aspek fungsi ruang, alur proses makanan, sanitasi, dan kebutuhan gizi secara menyeluruh.
2. Pendekatan ini mencerminkan dapur sebagai sistem kerja terpadu, bukan sekadar ruang memasak, sehingga desain yang dihasilkan mampu mendukung operasional jangka panjang, mudah diawasi, serta relevan dengan kebutuhan program MBG di lapangan.
Informasi Umum
Course Membuat Desain Dapur MBG Kekinian sesuai Standar SPPG dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses perencanaan, penyusunan layout, pengembangan visual, hingga finalisasi desain dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengacu pada standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan prinsip higienitas, alur kerja satu arah, serta keamanan dapur produksi skala besar. Melalui pembelajaran teori, praktik langsung, serta evaluasi (Pre-Test dan Post-Test), peserta akan mempelajari pengenalan konsep dapur MBG dan standar SPPG, analisis kebutuhan ruang dan zonasi dapur, pembuatan layout dapur menggunakan SketchUp, penerapan prinsip sanitasi dan keselamatan kerja, pengembangan desain visual dapur yang bersih dan profesional, hingga tahap finalisasi dan penyusunan output desain siap presentasi dan evaluasi.
Course ini ditujukan bagi siswa SMK, mahasiswa arsitektur dan teknik sipil, tenaga pendidik, relawan program gizi, perancang interior pemula, serta profesional muda yang ingin memahami dan menguasai perancangan dapur produksi pangan berskala layanan publik secara fungsional, higienis, aman, dan sesuai standar nasional sehingga desain yang dihasilkan siap digunakan sebagai dokumen perencanaan, presentasi proyek, maupun kebutuhan implementasi lapangan.
Target Pembelajaran
Target Pembelajaran Course Membuat Desain Gedung Berbasis BIM:
Spesifikasi
Kriteria Kelulusan
Peserta diwajibkan untuk mengambil kuis dari setiap silabus yang ada di course. Tugas akhir dapat diakses jika peserta telah menyelesaikan kuis di setiap silabus dengan nilai yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Setelah peserta menyelesaikan kuis dan tugas akhir, maka peserta akan mendapatkan sertifikat.
Skema Penilaian
A. Kuis (80%)
Soal kuis di setiap silabus terdiri dari soal-soal pilihan ganda yang harus dijawab oleh peserta. Nilai kuis dapat diperoleh jika peserta dapat menyelesaikan kuis di setiap silabus dengan sempurna. Nilai kuis setiap silabus akan diakumulasikan sebanyak 10 %.
B. Tugas akhir (20%)
Tugas akhir terdiri dari satu soal analisis yang diambil dari silabus. Nilai tugas akhir dapat diperoleh jika peserta berhasil menyelesaikan tugas akhir dengan baik.
bagus sekali pelatihannya
Belum ada karya portofolio alumni yang diunggah untuk kelas ini.