Design Cantilever Rotary Bending Fatigue Test Machine, sebuah mesin konvensional yang digunakan untuk menghitung Fatigue Crack Growth Rate pada suatu spesimen dengan Mechanical Properties tertentu. Tujuan project ini adalah menciptakan mesin yang dapat digunakan untuk melakukan fatigue test yang presisi dan stabil sehingga pengambilan sampel fatigue crack crowth rate test dapat berjalan tanpa kendala mekanikal dan kendala teknis yang signifikan. Portofolio mencakup visualisasi model 3D, Explode View, Penjelasan Komponen, dan Gambar detail 2D komponen. Dibuat menggunakan Solidworks Student Edition 2024.
Fatigue adalah kecenderungan logam untuk patah jika menerima tegangan secara berulang-ulang atau beban dinamis. Logam yang dikenai tegangan berulang akan rusak pada tegangan yang jauh lebih rendah dibanding yang dibutuhkan untuk menimbulkan perpatahan pada penerapan beban tunggal. Kegagalan yang terjadi pada keadaan beban dinamis disebut kegagalan lelah atau fatigue failures. Project dibawah merupakan salah satu design dari mesin yang dapat digunakan untuk menguji mechanical properties paduan logam custom, terutama dalam pengujian fatigue crack growth rate. Penggunaan mesin dilakukan secara manual dengan metode true experimental untuk meneliti material sambungan las gesek A6061, dan paduan logam lainnya.
Figure 1. Initial Notch on Fatigue Crack Propagation Rate Test Specimen
Figure 2. Crack Tip Opening Displacement
Figure 3. Compiled Crack in Photoshop After Full Fracture
Figure 4. Macroscopic Images of Fatigue Crack on Friction Welded Specimen
Latar Belakang
Untuk Memahami Perilaku Kelelahan Material
Kegagalan kelelahan menyumbang lebih dari 90% kegagalan mekanis dalam struktur engineering, terutama yang mengalami beban siklik seperti:
Rotary Bending Fatigue Machine merupakan salah satu alat paling sederhana dan paling andal untuk mempelajari fenomena ini dalam material.
Alternatif yang Terjangkau & Mudah Diakses untuk Mesin Fatigue Kelas Atas.
Fatigue Machine servo-hidrolik komersial berharga kisar ribuan hingga puluhan ribu dolar, yang biasa digunakan di:
Maka akan lebih praktis untuk membangun rig pengujian konvensional yang mengikuti standar dasar dan tetap menghasilkan hasil kurva S–N (Tekanan vs. Jumlah Siklus) yang valid.
Pendidikan & Pengembangan Keterampilan
Membangun dan mengoperasikan mesin ini melibatkan:
Hal tersebut menjadikan ini proyek pendidikan langsung yang ideal untuk:
Desain Konvensional = Simplicity
Design cantilever rotary bending machine klasik digunakan karena:
Kesederhanaan tersebut membuat mesin ini andal, kemudah-ulangan, dan mudah dimodularkan sehingga sangat cocok untuk menguji spesimen yang berbeda dalam berbagai macam kondisi.
Pengujian Spesimen Kustom
Jika Anda bekerja dengan:
Anda akan menginginkan cara untuk menguji Fatigue Life secara portable, tanpa bergantung pada lab eksternal. Walaupun masih lumayan berat (>300Kg), rig pribadi memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi material dan kemudahan modifikasi.
Berikut adalah desain yang diusulkan:
EVALUATION
Studi lanjut diperlukan untuk dapat mengimprove alat yang sudah ada, seperti:
Penghitung Siklus Otomatis
Masalah: Estimasi siklus manual melalui stopwatch dan RPM rawan kesalahan manusia.
Anjuran:
Opsional: Pemberhentian motor secara otomatis saat kegagalan terdeteksi
Pemantauan Defleksi atau Retakan Digital
Masalah: Kegagalan hanya terdeteksi setelah fraktur komplit. Hampir mustahil melihat crack dalam RPM tinggi.
Anjuran:
Improvement Struktural untuk Kemampu-ulangan
Masalah: Alignment komponen dan struktur memengaruhi hasil.
Anjuran: Tingkatkan kepresisian mesin menggunakan:
Peningkatan Keamanan
Masalah: Fraktur shaft dan kegagalan abnormal pada komponen pada kecepatan tinggi sangat berbahaya.
Anjuran:
Pencatatan & Pembuatan Plot Data
Masalah: Tidak ada riwayat kinerja test yang tercatat secara aktif dan automatic.
Anjuran:
Feel free to contact me with any questions, I'm up for discussion:
https://www.linkedin.com/in/jovidianto-soesilodewo-7a1741225/