Program upgrade skill di bidang engineering, dari dasar hingga mahir.
Program khusus melalui platform mitra resmi dokter mekanik academy seperti Udemy, Prakerja, dan Kampus Merdeka.
Sertifikasi BNSP
Pilih pelatihan dan sertifikasi Nasional BNSP di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat SemuaSertifikasi Internasional
Pilih pelatihan dan sertifikasi Internasional di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat Semua
Temukan inspirasi dari hasil karya dan pengalaman para alumni dr. Mekanik Academy.
dr. Mekanik Academy tersedia di berbagai platform mitra resmi untuk memudahkan akses pelatihan Anda.
Jelajahi produk dan layanan lainnya dari ekosistem dr. Mekanik untuk solusi bisnis yang komprehensif.
Membantu kamu belajar, berkarya, dan membuat proyek engineering secara instan dan presisi!
Oleh: Farid Chairul Darmawan
Simulasi sistem sorting sederhana ini menggunakan Factory IO sebagai platform simulasi 3D yang dapat mendesain peralatan sederhana yang terdapat pada industri dan dapat dikendalikan dengan menggunakan bahasa Function Block Diagrams (FBD). Lalu simulasi juga dibuat pada CX Programmer dengan menggunakan bahasa Ladder Diagram yang menyerupai sistem relay.
Factory IO
Komponen yang digunakan pada sistem sorting ini diantaranya adalah 1 belt conveyor dengan panjang 4m, 2 sensor yang berada pada posisi atas dan bawah, 1 pusher, 2 chute, 1 start button, 1 stop button, 1 emergency stop button dan 1 reset button. Sistem ini bekerja dengan cara jika box melewati sensor dan terbaca oleh sensor atas dan bawah (box besar) maka pusher akan aktif dan mendorong box tersebut, namun jika box melewati sensor dan yang aktif hanya sensor bawah saja (box kecil) pusher tidak akan aktif dan box akan melewati pusher.
Seperti yang terlihat pada gambar diatas, ketika box besar melewati sensor maka akan didorong oleh pusher, sedangkan box kecil akan melewati pusher. Hal ini dikendalikan oleh program FBD (Function Block Diagrams) yang telah dimasukan ke dalam sistem.
Ketika tombol start button ditekan maka sistem akan menyala dengan mengaktifkan konveyor sehingga box bisa melewati sensor. Ketika stop button ditekan maka konveyor akan berhenti. Ketika emergency stop button ditekan maka semua proses (conveyor dan pusher) akan berhenti. Ketika box besar melewati sensor maka sensor atas dan bawah akan aktif sehingga pusher akan aktif juga, dan ketika pusher aktif conveyor akan berhenti sementara hingga pusher kembali pada posisi awal.
Gambar diatas memperlihatkan perbedaan antara stop dan emergency stop. Ketika stop button ditekan conveyor akan berhenti namun pusher masih bisa aktif seperti yang terlihat pada gambar pertama (di atas), namun ketika emergency stop button ditekan conveyor berhenti dan pusher tidak mendorong box walaupun input sensor atas dan bawah aktif seperti yang terlihat pada gambar kedua(di bawah).
CX Programmer
Program pada CX Programmer dibuat dengan mengikuti proses yang terjadi pada simulasi sistem sorting sederhana pada Factory IO. Program dibuat dengan menggunakan bahasa Ladder Diagram yang umum digunakan pada dunia industri karena kemiripannya dengan sistem relay.
Program dibuat dengan PB Start menggunakan kontak NO, PB Stop menggunakan kontak NO karena tombol fisik atau virtual yang digunakan telah menggunakan kontak NC, Emergency Stop menggunakan kontak NC karena tombol fisik atau virtualnya menggunakan kontak NC sehingga pada kondisi awal kontak akan mati, tombol reset menggunakan kontak NC, terdapat 2 input sensor yang berada pada posisi bawah dan atas, lalu terdapat 2 aktuator yaitu conveyor dan pusher, dan terdapat timer sebesar 0,5s untuk men-delay pengaktifan pusher agar posisi box tepat berada di depan pusher saat aktif.
Pada gambar diatas terlihat bahwa ketika tombol start ditekan kemudian dilepas, conveyor tetap aktif. Hal ini karena terdapat sistem self_holding (latching) dimana output akan tetap aktif meskipun input awal dimatikan.
Kemudian ketika box besar melewati sensor maka sensor atas dan bawah akan aktif sehingga akan mengaktifkan timer setelah 0,5s, lalu timer megaktifkan pusher untuk mendorong box. Saat pusher aktif, conveyor akan berhenti sementara hingga pusher kembali pada posisi awal. Sistem ini biasa disebut dengan sistem interlock, dimana suatu aktuator akan berhenti bekerja untuk sementara ketika terdapat aktuator lain yang aktif.
Ketika tombol stop ditekan maka conveyor akan berhenti. Namun jika terdapat box besar yang melewati sensor saat tombol stop ditekan, maka pusher masih dapat aktif dan tetap mendorong box besar tersebut.
Namun ketika tombol Emergency Stop ditekan semua proses (conveyor dan pusher) akan mati walaupun ada box besar yang terdeteksi oleh sensor atas dan bawah.
0 Orang Menyukai Karya Ini