Program upgrade skill di bidang engineering, dari dasar hingga mahir.
Program khusus melalui platform mitra resmi dokter mekanik academy seperti Udemy, Prakerja, dan Kampus Merdeka.
Sertifikasi BNSP
Pilih pelatihan dan sertifikasi Nasional BNSP di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat SemuaSertifikasi Internasional
Pilih pelatihan dan sertifikasi Internasional di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat Semua
Temukan inspirasi dari hasil karya dan pengalaman para alumni dr. Mekanik Academy.
dr. Mekanik Academy tersedia di berbagai platform mitra resmi untuk memudahkan akses pelatihan Anda.
Jelajahi produk dan layanan lainnya dari ekosistem dr. Mekanik untuk solusi bisnis yang komprehensif.
Membantu kamu belajar, berkarya, dan membuat proyek engineering secara instan dan presisi!
Oleh: Faturrakhman Khairan
Predictive maintenance (PdM) bertujuan mengubah keputusan maintenance dari pola reaktif atau kalender menjadi keputusan berbasis kondisi aktual mesin. Pada rotating equipment, vibration analysis menjadi salah satu teknik condition monitoring yang paling luas digunakan karena sinyal getaran membawa informasi mengenai unbalance, misalignment, looseness, bearing defect, gear mesh problem, resonance, hydraulic excitation, dan berbagai fault mekanis lainnya. Review literatur terbaru menempatkan vibration monitoring sebagai teknik kunci untuk predictive maintenance rotating machinery, dengan tahapan umum berupa data acquisition, signal processing, feature extraction, fault detection, dan decision making.
Portofolio ini memetakan pengalaman maintenance penulis pada lingkungan industri heavy manufacturing dan process plant ke dalam kerangka predictive maintenance. Asset yang relevan meliputi conveyor drive, crusher, vibrating screen/feeder, stacker reclaimer, fan/dust collector, gas exhauster, chemical pump, motor, gearbox, serta rotating equipment pada line produksi. Fokus tugas akhir bukan sekadar membaca angka overall vibration, melainkan membangun alur lengkap: asset criticality → measurement strategy → baseline → repeatable data collection → trend → time waveform/FFT/envelope → diagnosis → rekomendasi → work order → post-maintenance verification.
Standar utama yang digunakan adalah ISO 17359:2018 untuk program condition monitoring secara umum, ISO 13373-1:2002 untuk prosedur vibration condition monitoring, ISO 20816-3:2022 untuk evaluasi getaran berbagai industrial machinery >15 kW dan 120–30.000 r/min, ISO 18436-2:2014 untuk kompetensi personel vibration analysis, serta API Standard 670 edisi ke-6 (2025) untuk machinery protection systems pada critical machinery. Dokumen juga mencatat bahwa ISO 18436-2 sedang dalam proses revisi dan ISO 20816-3 juga berada pada siklus revisi, sehingga pengguna harus memeriksa edisi terkini sebelum menetapkan acceptance criteria kontraktual.
Tugas akhir ini menyajikan portofolio penerapan konsep predictive maintenance dengan fokus pada vibration analysis pada rotating machinery. Metode penyusunan meliputi pemetaan pengalaman maintenance industri, kajian standar internasional, tinjauan literatur ilmiah, pengembangan workflow condition monitoring, penyusunan strategi titik ukur, analisis karakteristik time-domain dan frequency-domain, serta empat studi kasus ilustratif pada motor–gearbox conveyor, fan/exhauster, centrifugal pump, dan gearbox. Untuk mencegah fabrikasi evidence, data vibration kuantitatif pada studi kasus dinyatakan sebagai data simulasi dan disediakan ruang untuk mengganti dengan bukti aktual. Hasil penyusunan menunjukkan bahwa keberhasilan PdM tidak ditentukan oleh alat ukur semata, tetapi oleh kualitas baseline, repeatability pengukuran, pencatatan operating context, kemampuan menghubungkan spectral signature dengan failure mode, disiplin work management, dan verifikasi setelah pekerjaan. Portofolio ini juga menghasilkan template route inspection, vibration report, fault signature matrix, evidence checklist, dan improvement roadmap yang dapat digunakan sebagai standar kerja internal.
0 Orang Menyukai Karya Ini