Program upgrade skill di bidang engineering, dari dasar hingga mahir.
Program khusus melalui platform mitra resmi dokter mekanik academy seperti Udemy, Prakerja, dan Kampus Merdeka.
Sertifikasi BNSP
Pilih pelatihan dan sertifikasi Nasional BNSP di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat SemuaSertifikasi Internasional
Pilih pelatihan dan sertifikasi Internasional di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat Semua
Temukan inspirasi dari hasil karya dan pengalaman para alumni dr. Mekanik Academy.
dr. Mekanik Academy tersedia di berbagai platform mitra resmi untuk memudahkan akses pelatihan Anda.
Jelajahi produk dan layanan lainnya dari ekosistem dr. Mekanik untuk solusi bisnis yang komprehensif.
Membantu kamu belajar, berkarya, dan membuat proyek engineering secara instan dan presisi!
Oleh: Rangga Lingga Wirawan
Electrical, Instrumentation & Automation professional with 6+ years of experience in industrial automation, control systems, maintenance, and project engineering. Experienced in PLC, HMI,SCADA, instrumentation, electrical systems, commissioning, andtroubleshooting across mining, manufacturing, process, and power industries.
Automatic Conveyor Sorting System Based on Product Height
Pada project ini, saya membuat simulasi sistem Automatic Conveyor Sorting System yang berfungsi untuk melakukan proses penyortiran box berdasarkan tinggi kemasan produk. Sistem ini dirancang menggunakan Factory I/O sebagai simulator sistem fisik dan PLC Simulator sebagai sistem kontrolnya.
Sistem terdiri dari satu unit conveyor utama dengan panjang sekitar 4–6 meter, dua sensor proximity optik, satu pneumatic pusher, serta dua wadah penampung sebagai tujuan akhir produk. Dua sensor digunakan untuk membedakan antara box pendek dan box tinggi. Sensor pertama ditempatkan pada posisi yang lebih rendah untuk mendeteksi seluruh box yang melewati conveyor, sedangkan sensor kedua ditempatkan lebih tinggi untuk mendeteksi box dengan ukuran tinggi.
Cara Kerja Sistem
Saat sistem diaktifkan menggunakan tombol Start, conveyor akan berjalan dan membawa box menuju area sensor.
Ketika box pendek melewati sensor, hanya sensor bagian bawah yang mendeteksi keberadaan box. PLC akan mengidentifikasi box tersebut sebagai produk pendek dan conveyor tetap berjalan secara normal hingga box masuk ke Wadah A.
Sedangkan ketika box tinggi melewati area sensor, kedua sensor akan mendeteksi keberadaan box. PLC akan mengidentifikasi box tersebut sebagai produk tinggi. Conveyor kemudian akan berhenti ketika box sudah berada pada posisi yang tepat di depan pneumatic pusher.
Setelah conveyor berhenti, PLC memberikan perintah kepada pneumatic pusher untuk mendorong box tinggi keluar dari jalur conveyor menuju Wadah B. Setelah proses pendorongan selesai dan pusher kembali ke posisi awal, conveyor akan kembali berjalan secara otomatis untuk melanjutkan proses penyortiran box berikutnya.
Sistem juga dilengkapi dengan tombol Stop untuk menghentikan operasi normal serta Emergency Push Button sebagai pengaman untuk menghentikan seluruh sistem dalam kondisi darurat.
Sequence Sistem
Start → Conveyor ON → Deteksi Box → Identifikasi Tinggi Box →
Box Pendek: Conveyor tetap ON → Box menuju Wadah A.
Box Tinggi: Conveyor OFF → Pusher ON → Box menuju Wadah B → Pusher kembali → Conveyor ON.
Dengan sistem ini, proses pemisahan box berdasarkan tinggi dapat dilakukan secara otomatis, terstruktur, dan konsisten tanpa memerlukan pemisahan secara manual. Project ini juga menjadi implementasi dari integrasi antara sensor, actuator, conveyor, dan PLC control logic dalam sebuah sistem otomasi industri.
0 Orang Menyukai Karya Ini