Peraktik Petugas Pengambil Contoh (PPC) dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 13.57–15.30 WIB, bertempat di CV. Sukses Kaum Tani, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami dan mempraktikkan prosedur pengambilan contoh pupuk organik, mulai dari persiapan alat dan APD, identifikasi lot, pengambilan contoh, homogenisasi, quartering, pelabelan, penyegelan, hingga pengisian dokumen pengambilan contoh.
Objek praktik berupa pupuk organik granul merek Atiganic, dengan jumlah 10 karung dan total berat 500 kg. Tim melakukan pengambilan contoh dari tiga karung, kemudian melaksanakan homogenisasi dan quartering untuk memperoleh contoh yang representatif. Selanjutnya, contoh dikemas, diberi label, dan disiapkan untuk pengujian laboratorium. Kegiatan pengambilan contoh pestisida dan pupuk yang belum jadi tidak dipraktikkan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kemasan pupuk dalam kondisi baik, bersih, dan memiliki label yang dapat dibaca. Namun, tempat penyimpanan memiliki ventilasi yang kurang memadai dan tidak dilengkapi palet. Melalui praktikum ini, tim memperoleh pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, penggunaan APD, penerapan prosedur pengambilan contoh, serta kelengkapan administrasi untuk menjaga mutu dan ketertelusuran contoh sebelum dilakukan pengujian di laboratorium.
Praktik Petugas Pengambil Contoh (PPC) Pupuk Organik dan Pestisida dilaksanakan oleh Kelompok PEPECE pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 13.57–15.30 WIB, bertempat di CV. Sukses Kaum Tani, Kampung Cimoboran, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini didampingi oleh instruktur Ahmad Sabiq dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam melaksanakan pengambilan contoh pupuk organik sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kegiatan diawali dengan persiapan peralatan pengambilan contoh, alat pelindung diri (APD), surat tugas, dan penyusunan Rencana Pengambilan Contoh (RPC) Form 1. APD yang digunakan meliputi masker, sarung tangan, dan sepatu tertutup untuk mendukung keselamatan selama praktik. Selanjutnya, tim melakukan identifikasi lot pupuk melalui pemeriksaan jenis produk, label kemasan, nomor pendaftaran, jumlah karung, kondisi kemasan, dan lokasi penyimpanan.
Objek pengambilan contoh adalah pupuk organik jenis kompos berbentuk granul dengan merek Atiganic. Pupuk tersebut merupakan produk jadi yang dikemas dalam karung berisi 50 kg. Jumlah pupuk dalam satu lot sebanyak 10 karung dengan total berat 500 kg. Pengambilan contoh dilakukan dari tiga karung menggunakan alat pengambil contoh atau sampling trier, dengan memperhatikan bagian atas, tengah, dan bawah karung agar contoh yang diperoleh dapat mewakili kondisi produk.
Setelah pengambilan contoh, tim melakukan homogenisasi dengan mencampurkan contoh agar merata, kemudian melaksanakan pengurangan contoh menggunakan metode quartering. Metode ini dilakukan dengan membagi contoh menjadi empat bagian untuk memperoleh jumlah contoh yang sesuai dengan kebutuhan pengujian. Selanjutnya, contoh dikemas dalam wadah yang bersih, diberi label identitas, dan disegel untuk menjaga kualitas serta mencegah kontaminasi. Contoh pupuk dibagi menjadi tiga bagian, yaitu untuk pengujian laboratorium, arsip laboratorium, dan arsip perusahaan.
Tim juga mempraktikkan pengisian dokumen administrasi pengambilan contoh, meliputi Berita Acara Pengambilan Contoh (BAPC), label contoh, dan dokumen penyerahan contoh ke laboratorium. Kelengkapan dokumen tersebut diperlukan untuk memastikan identitas contoh tercatat dengan baik dan proses pengambilan contoh dapat ditelusuri. Contoh pupuk kemudian diserahkan ke Laboratorium Tanah dan Pupuk pada 14 Oktober 2026 dalam kondisi kemasan bersih dan tersegel.
Berdasarkan hasil pengamatan, kemasan pupuk berada dalam kondisi utuh, bersih, tidak bocor, dan memiliki label yang dapat dibaca. Isi pupuk juga teramati dalam kondisi kering, tidak menggumpal, serta memiliki warna, bau, dan tekstur yang sesuai dengan parameter pengamatan dalam laporan. Sementara itu, kondisi tempat penyimpanan dinilai cukup baik dari segi kebersihan, perlindungan dari hujan dan sinar matahari langsung, kondisi lantai, serta penataan produk. Namun, ditemukan bahwa ventilasi ruangan kurang memadai sehingga terasa pengap dan tidak tersedia palet sebagai alas penumpukan karung pupuk.
Dalam evaluasi kegiatan, laporan mencatat perlunya peningkatan kelengkapan alat pengambilan contoh dan APD, termasuk alat yang sesuai untuk pengambilan contoh pupuk maupun pestisida. Evaluasi ini menjadi bahan perhatian untuk mendukung keselamatan kerja dan kelancaran pelaksanaan praktik berikutnya. Adapun pengambilan contoh pestisida dan pupuk organik yang belum jadi tidak dilakukan karena kegiatan difokuskan pada pengambilan contoh pupuk organik granul produk jadi.
Secara keseluruhan, praktikum ini memberikan pengalaman kepada tim dalam memahami tahapan pengambilan contoh pupuk organik, mulai dari persiapan, identifikasi lot, pengambilan contoh, homogenisasi, quartering, pengemasan, pelabelan, penyegelan, hingga penyelesaian dokumen administrasi. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya ketelitian, penggunaan APD, penerapan prosedur yang tepat, serta pemeliharaan mutu dan ketertelusuran contoh sebelum dilakukan pengujian di laboratorium.
0 Orang Menyukai Karya Ini