AI Assistant
Detail Karya Portofolio

Analisa K3 Menggunakan Standar OSHA

Ahmad Barik Adzha Oleh: Ahmad Barik Adzha

Ringkasan Portofolio

Setiap perusahaan selalu berusaha untuk melakukan peningkatan produktifitas dan kualitas pekerja dengan menggunakan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjamin kesehatan dan keselamatan pekerjanya seperti pada PT. Asrindo Citraseni Satria. PT. Asrindo Citraseni Satria adalah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa yang melayani penyediaan dan menyewakan berbagai alat berat untuk kebutuhan konstruksi, melayani Dirlling Rig dan kerja ulang sumur minyak, dan melayani service rutin serta perawatan sumur minyak dan gas. Tugas ini dibuat sebagai pemenuhan untuk menyelesaikan cours Dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Deskripsi & Detail Proyek

Menurut Erniati Bachtiar., dkk. (2021), Occupational Safety and Health Administration (OSHA) merupakan Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang masih bagian dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Srikat dan ditandatangani oleh presiden Richard M. Nixon, tanggal 29 Desember 1970. Tujuan dari dibentukanya OSHA adalah untuk keselamatan dan kondisi kerja karyawan demi mengurangi kecelakaan dan kematian yang tejadi di tempat kerja. Menurut Dr. F.A. Gunawan., dkk. (2016), OSHA menetapkan pahwa seluruh pengusaha harus medokumnetasikan dan menentukan urutan prioritas PHA yang didasarkan pada besarnya bahaya proses, jumlah pekerja yang berpotensi terdampak, dan umur serta Riwayat operasi. Analisa ini dilakukan di PT. Asrindo Citraseni Satria pada area mechanical.

Gambar 1. Area Mechanical PT. Asrindo Citraseni Satria (Halbi, 2019)

No

Bahaya Potensial

Jenis Bahaya

Resiko (KK/PAK)

Rencana Pengendalian Bahaya

1Fisika
  • Kebisingan
  • Percikan Api
  • Arus Listrik
  • Gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh suara bising dari mesin gerinda tangan.
  • Cidera luka bakar yang diakibatkan oleh percikan potongan logam.
  • Sengatan arus listrik yang diakbitakan oleh kebocoran arus listrik.
  • HSE mengharuskan setiap pekerja menggunakan APD seperti Eraplug, Wearpack, Sepatu Safety, Kacamata, Sarung Tangan, dan Helm.

 

2Biologis
  • Microganisme
  • Bianatang atau Serangga
  • Potensi penularkan virus yang mengakibatkan terganggunya kesehatan pekerja.
  • Serangga yang bertebaran dapat mengganggu produktifitas pekerja.
  • Memberikan fasilitas berupa ruangan yang layak untuk pekerja agar bebas virus, serangga, dan hewan-hewan yang berkeliaran.
3Kimia
  • Asap Beracum
  • Mengganggu pernafasan yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti sesak nafas.
  • Menggunakan masker untuk mecegah terhirupnya asap yang dihasilkan pada proses pemotongan
4Safety Hazard
  • Tersayat
  • Tersandung
  • Menyebabkan luka serius akibat sayatan dari mata gerinda dan tersandung kabel gerinda yang berserakan.
  • Selalu menggunakan sarung tangan safety dan memasang cover pada mata gerinda.
  • Membuat jalan untuk kabel agar tidak berserakan dan mengganggu mobilitas pekerja lainnya.
5Psikologis
  • Jenuh
  • Terluka akibat kejenuhan yang disebabkan kelalalian operator terhadap pekerjaanya.
  • Memberikan waktu luang untuk beristirahat minum dan meregangkan badan.
6Ergonomis
  • Terlalu lama pada posisi jongkok dan membungkuk
  • Sakit punggung dan kaki.
  • Administratif menyediakan kursi untuk operator agar tidak jongkok dan meja agar tidak membungkuk.