AI Assistant
Detail Karya Portofolio

RKK PROYEK PEMASANGAN PIPA AIR BERSIH

Muhammad Fahrezy Purnomo Oleh: Muhammad Fahrezy Purnomo

Ringkasan Portofolio

Portofolio ini adalah tugas akhir Engineer Bootcamp dan + Job Training Basic K3 Expert General berupa penyusunan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dalam kerangka Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk studi kasus proyek pemasangan pipa air bersih di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dokumen mengikuti format RKK Usulan Penawaran Penyedia Jasa dari Kementerian PUPR dan terdiri dari lima bagian: kepemimpinan dan partisipasi pekerja, perencanaan (identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan peluang), dukungan, operasi, serta evaluasi kinerja keselamatan konstruksi. Hasil utamanya adalah penilaian 25 aktivitas pekerjaan, dengan 7 risiko tingkat besar yang diturunkan menjadi tidak ada setelah pengendalian lanjutan.

Deskripsi & Detail Proyek

LATAR BELAKANG
Pekerjaan pemasangan pipa air bersih di jalan perkotaan memiliki risiko tinggi karena dikerjakan pada jalan yang padat lalu lintas, berdekatan dengan permukiman dan utilitas bawah tanah, serta melibatkan galian dalam dan alat berat. Sebagai tugas akhir Engineer Bootcamp dan + Job Training Basic K3 Expert General, saya menyusun Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi untuk proyek tersebut sebagai studi kasus simulasi. Nama perusahaan, nilai kontrak, dan data personel dalam dokumen adalah data fiktif/contoh agar dokumen lengkap dan logis.

TUJUAN
1. Menyusun RKK Usulan Penawaran yang sesuai format Penyedia Jasa pelaksana pekerjaan konstruksi menurut modul Direktorat Keberlanjutan Konstruksi, Kementerian PUPR.
2. Mengidentifikasi bahaya dan mengendalikan risiko pada setiap tahap pekerjaan.
3. Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada pekerja, pengguna jalan, dan masyarakat sekitar.

GAMBARAN PROYEK
Lokasi di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Pipa distribusi dan pipa servis sepanjang sekitar 6,5 km dengan sekitar 420 sambungan rumah. Waktu pelaksanaan 180 hari kalender dengan sekitar 40 pekerja pada puncak pekerjaan. Metode kerja berupa galian terbuka per segmen 50 sampai 100 meter, meliputi galian, pemasangan pipa HDPE, uji tekan, disinfeksi, penimbunan, dan restorasi jalan. Tingkat risiko keselamatan konstruksi yang diusulkan adalah besar.

ISI DOKUMEN
1. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja. Daftar isu eksternal dan internal dengan analisis SWOT, pakta komitmen, kebijakan keselamatan konstruksi termasuk hak setiap pekerja menghentikan pekerjaan yang tidak aman, mekanisme konsultasi dan partisipasi pekerja, serta struktur Unit Keselamatan Konstruksi.
2. Perencanaan. Jadwal pekerjaan, kriteria penilaian risiko dengan matriks kekerapan dan keparahan, tabel identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian, dan peluang (IBPRP) untuk 25 aktivitas, empat analisis keselamatan kerja (JSA), sasaran dan program umum dan khusus, serta daftar peraturan perundang-undangan.
3. Dukungan. Daftar personel kompeten dan bersertifikat, daftar peralatan beserta dokumen kelaikan, lembar data keselamatan bahan, rincian biaya penerapan SMKK dengan sembilan komponen, program komunikasi, dan pengelolaan informasi terdokumentasi.
4. Operasi. Struktur organisasi, metode pekerjaan beserta pengendalian keselamatannya, izin kerja, manajemen keselamatan lalu lintas, matriks alat pelindung diri, pengelolaan kesehatan dan lingkungan kerja, daftar prosedur, skenario tanggap darurat, dan kontak darurat.
5. Evaluasi Kinerja. Jadwal inspeksi dan lembar periksa, patroli, audit internal, indikator kinerja utama, tinjauan manajemen, dan register tindakan korektif. Lampiran berisi contoh formulir izin kerja, lembar periksa, laporan kecelakaan atau hampir celaka, dan daftar hadir.

HASIL UTAMA
1. Dari 25 aktivitas yang dinilai, 7 aktivitas berisiko besar sebelum pengendalian. Setelah pengendalian lanjutan, tidak ada lagi aktivitas berisiko besar dan 5 aktivitas mencapai risiko kecil.
2. Risiko tertinggi adalah penggalian dengan excavator dan galian lebih dari 1,5 meter. Pengendaliannya berupa trench box, inspeksi harian oleh orang yang kompeten, operator bersertifikat, dan zona aman alat.
3. Biaya penerapan SMKK diperkirakan sekitar 2,4 persen dari nilai kontrak.
4. Target kinerja ditetapkan antara lain Severity Rate dan Frequency Rate sama dengan nol, seluruh pekerja bersertifikat, dan skor Construction Safety KPI minimal 85 dari 100.

PEMBELAJARAN
1. Risiko terbesar ada pada pertemuan manusia, alat berat, dan lalu lintas, sehingga pengendalian harus memisahkan ketiganya.
2. IBPRP adalah dasar bagi program, izin kerja, alat pelindung diri, dan tanggap darurat.
3. Sistem keselamatan harus terukur melalui indikator kinerja, biaya, dan audit.
4. Partisipasi pekerja dan komunikasi harian menentukan apakah prosedur benar-benar dijalankan.