AI Assistant
Detail Karya Portofolio

Data Visualization

Nafil Valencio Irwan Oleh: Nafil Valencio Irwan

Ringkasan Portofolio

Scatter plot adalah jenis grafik yang digunakan untuk memvisualisasikan hubungan antara dua variabel. Plot ini menggunakan sumbu koordinat kartesian, dengan satu variabel yang terletak pada sumbu horizontal (sumbu x) dan variabel lainnya pada sumbu vertikal (sumbu y). Setiap titik pada scatter plot mewakili satu pasangan data yang terkait. Scatter plot berguna untuk menunjukkan pola atau hubungan yang mungkin ada antara dua variabel. Dalam scatter plot, jika titik-titik cenderung bergerombol atau membentuk pola yang teratur, ini menunjukkan adanya korelasi antara variabel-variabel tersebut. 

Deskripsi & Detail Proyek

Scatter plot juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi outlier, yaitu data yang jauh dari pola umum titik-titik pada plot. Outlier dapat memberikan informasi penting tentang data yang tidak biasa atau mengindikasikan adanya kejadian yang istimewa. Dengan melihat scatter plot, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi titik-titik yang berada jauh dari pola umum dan menganalisis penyebabnya. Scatter plot biasanya dengan sumbu-sumbu dengan label yang menjelaskan variabel yang diplotkan. 

Data yang digunakan di ambil dari :
https://www.kaggle.com/datasets/toramky/automobile-dataset

1. Merapikan Data 

  • Buka data yang akan di rapikan 
  • Klik kolom A => Data => Text To Columns 
  • Setelah di rapikan, lakukan formatting terhadap data

  • Setelah itu, menguji data tersebut.

CARA MENGGUNAKAN SCATTER PLOT PADA VISUALISASI DATA

  • Buat lembar ke-2, copy kolom Engine-size dan price dari lembar ke-1

  • Klik cell Price => Insert => Scatter

  • Pilih dan klik sesuai dengan kebutuhan
  • Merapikan posisi titiknya dengan cara, klik pada diagram (data vertikal/horizontal) => format axis => axis option => pada pilihan minimum ketik angka sesuai ketentuan. 

  • Setelah itu tambahkan garis trendline dengan cara, klik pada diagram => klik tanda + => klik ceklis pada trendline

  • Selanjutnya untuk melihat hasil korelasi pada Engine-size dan price, buatlah rumus correl yaitu =CORREL(Lembar1!D:D, Lembar1!G:G) 

  • Cari rata-rata pada variabel yaitu =AVERAGE(Lembar2!D:D, Lembar2!G:G)
  • Lakukan hal yang untuk visualisasi data pada scatter plot 

HASIL 

Engine- size dan price 

Dari data di atas menghasilkan :

  1. Nilai korelasi yaitu 0,837948
  2. Rata-rata yaitu 5236,066

Korelasi antara Engine-size dan Price pada dataset ini adalah 0,83. Nilai korelasi yang positif ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran mesin mobil (Engine-size), semakin tinggi pula harga mobil (Price). Dengan kata lain, semakin besar ukuran mesin, semakin mahal harga mobil.

Highway-mpg dan price 

  • Nilai korelasi yaitu -0,71837
  • Rata-rata yaitu 5195,082

Korelasi antara highway-mpg dan Price pada dataset ini adalah -0,7. Nilai korelasi yang negatif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efisiensi bahan bakar mobil (highway-mpg), semakin rendah pula harga mobil (Price). Dengan kata lain, semakin hemat bahan bakar mobil, semakin murah harga mobil.