Program upgrade skill di bidang engineering, dari dasar hingga mahir.
Program khusus melalui platform mitra resmi dokter mekanik academy seperti Udemy, Prakerja, dan Kampus Merdeka.
Sertifikasi BNSP
Pilih pelatihan dan sertifikasi Nasional BNSP di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat SemuaSertifikasi Internasional
Pilih pelatihan dan sertifikasi Internasional di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat Semua
Temukan inspirasi dari hasil karya dan pengalaman para alumni dr. Mekanik Academy.
dr. Mekanik Academy tersedia di berbagai platform mitra resmi untuk memudahkan akses pelatihan Anda.
Jelajahi produk dan layanan lainnya dari ekosistem dr. Mekanik untuk solusi bisnis yang komprehensif.
Membantu kamu belajar, berkarya, dan membuat proyek engineering secara instan dan presisi!
Oleh: Lisa Setianing Ndaru
Kontrol perangkat dan sistem pemantauan ruang rumah pintar merupakan sebuah pemantauan dan pengendalian secara otomatis dari peralatan rumah tangga hingga sistem pencahayaan atau sistem keamanan rumah sehingga Anda dapat mengontrol dan memantau semuanya atas permintaan langsung. Sistem Smart Home saat ini ada yang menggunakan instalasi kabel dan tanpa kabel. Pemasangan kabel dan tanpa kabel digunakan oleh sebagian besar sistem otomasi rumah bluetooth untuk perangkat seluler. Akan tetapi Bluetooth memiliki kelemahan yaitu jangkauan yang sangat pendek, maka sistem yang dikembangkan hanya berfungsi di rumah pribadi Kecil sehingga sangat tidak efisien dalam penggunaannya untuk rumah dengan area yang lebih luas. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini kami ingin memberikan solusi atas kelemahan dalam penggunaan bluetooth menjadi sistem smart home menggunakan suara pada aplikasi Google Assistant. Google Assistant menyediakan interface suara dan dapat diintegrasikan dengan webhook IFTTT (If This Than That), sehingga dapat digunakan sebagai kontrol suara saat membangun rumah pintar atau smart home. Tidak hanya dapat digunakan sebagai pengendali perangkat rumah secara jauh, Smart Home yang dibangun dapat mengimplementasikan orang-orang sakit yang duduk di kursi roda atau tempat tidur, orang cacat bicara atau orang tua yang tidak dapat menjangkau saklar hidup/mati peralatan rumah tangga.
Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan dalam proses pembuatan project ini hingga dapat diimplementasikan adalah sebagai berikut:
Alat dan Bahan
Pada pembuatan project ini, dilakukan persiapan alat dan bahan terlebih dahulu guna menghasilkan suatu sistem yang diinginkan . Alat dan bahan yang harus disiapkan antara lain:
- Mikrokontroler ESP32 Dev Kit dan Relay Board
- Library Esp MQTT Client pada Arduino IDE
- MQTT Broker dan HTTP RESTful API
- Integrasi Google Assistant dan Webhooks pada IFTTT
-Lampu 5 Watt
Cara Kerja
Gambar 1. Desain keseluruhan Sistem Smart Home berbasis IoT
Cara kerja sistem smart home ini yaitu:
1. Perintah suara diberikan kepada google assistant
2. Kemudian suara yang direkam diubah menjadi teks menggunakan bantuan internet
3. Teks tersebut kemudian akan diteruskan dari Google Assistant ke Webhooks oleh IFTTT (If This Than That)
4. Webhook akan melakukan request ke HTTP RESTful API. Dengan library phpMQTT yang terdapat di HTTP
5. Kemudian internet menerima perintah dari MQTT Broker untuk menyalakan atau mematikan lampu yang ada di rumah melalui papan relai
6. Dan akan keluar output perintah dari si pemberi perintah suara tersebut pada perangkat rumah
Pemrograman
Gambar 2. Hasil Coding
Pada pemrograman projek kami kali ini, kami menggunakan bahasa C sebagai bahasa pemrograman. Pertama kami konfigurasikan pada server, Dan pada server kami mendeklarasikan beberapa header dengan judul acces control allow origin yang dihubungkan dengan http kemudian access control allow kredensial true dan control max waktunya 86400. kemudian pada server kami memasukan user dan password seperti yang ada pada gambar diatas. Kemudian pada library mqtt kami menghubungkan pada port 1883 dengan judul iot dengan nama client ajibhanani dengan ip host 103 dan username serta password seperti yang ada di atas pada mqtt kami mengkonfigurasi beberapa yang sudah di deklerasikan sebelumnya hingga selesai.
Hasil Pembuatan
Berikut merupakan hasil pembuatan rangkaian hardware untuk perancangan smart home menggunakan sistem suara berbasis arduino.
Gambar 3. Hasil Rangkain Smart Home
Demonstrasi Alat
Simpulan
Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap sistem kendali smart home dengan perintah suara, maka simpulan yang dapat diperoleh antara lain :
1. Pembuatan rangkaian hardware menggunakan modul MQTT yang disebarkan melalui internet ke ESP32 yang kemudian menghasilkan output berupa perintah untuk menyalakan lampu yang telah dihubungkan dengan relay sebagai saklar yang terhubung dengan Arduino.
2. Pembuatan aplikasi smart home menggunakan Google Assistant ke Webhooks oleh IFTTT (If This Than That) untuk merancang dan memprogram aplikasi secara online. Program yang digunakan untuk menjalankan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pembuatan codingan program yang menggunakan bahasa pemrograman C.
3. Hasil kerja dari seluruh sistem kendali smart home dengan perintah suara bekerja sesuai dengan fungsinya seperti yang diharapkan.
0 Orang Menyukai Karya Ini