AI Assistant
Detail Karya Portofolio

Static Thrust Propeller Gauge

Yoan Ario Suwandito Oleh: Yoan Ario Suwandito

Ringkasan Portofolio

Propeller Thrust Gauge merupakan alat untuk mengukur besar gaya dorong (thrust) pada baling baling pesawat sebelum baling baling di pasangkan pada pesawat. Alat ini berperan penting untuk mengukur kemungkinana pesawat dapat melakukan penerbangan. Alat yang saya rancang ini dikhususkan untuk melakukan pengujian skala kecil, karena alat yang saya rancang hanya dapat mengukur thrust pada pesawat elektrik (RC) seperti beberapa jenis drone/ UAV (Unmanned Aerial Vehicle).

Deskripsi & Detail Proyek

A. Dasar Teori

Propeller Thrust Gauge merupakan alat uji untuk mengukur besar gaya dorong baling-baling. Sebelum melakukan pemasangan baling baling pada pesawat, baling-baling harus melewati proses pengujian yaitu uji thrust dimana besar gaya dorong diukur menggunakan alat ini sehingga dapat dekatahui besaran gaya dorong yang dihasilkan oleh baling-baling sehingga dapat disesuaikan dengan bobot pesawat beserta muatannya supaya pesawat dapat terbang tanpa kegagalan gaya angkat pada pesawat. 

B. Detail Fungsi

Alat yang saya rancang ini hanya dapat melakukan pengujian thrust pada skala kecil, yaitu mengukur baling-baling pesawat elektronik (RC) seperti fixed wing, multicopter, VTOL (Vertical Take Off Landing) dan jenis UAV (Unmanned Aerial Veehicle) lainnya. Alat ini terintegrasi langsung dengan mikrokontroller arduino yang dilengkapi sensor loadcell untuk mengukur besaran gaya yang terjadi ketika baling baling berputar. 

C. Keunggulan

  • Menggunakan material ABS sehingga memiliki kontruksi yang kokoh namun tetap ringan (206gr)
  • Kapasitas maksimal 5kg
  • Mengikuti ISO-11547-1994 dan ISO-13342-1995 (Mendekati Kebenaran)
  • Proses kalibrasi mudah

 

Cara Kerja

  1. Rangkai dahulu alat kerja beserta komponen pendukungnya

2. Jika sudah dirangkai, alat tersebut akan nampak seperti gambar berikut

3. Sebelum melakukan pengukuran, pastikan seluruh baut pengikat sudah terpasang dengan benar dan kuat sehingga alat uji sudah benar benar aman saat digunakan.

4. Jika sudah dirangkai beserta sistem kelistrikan dan arduinonya, pengujian dapat dilakukan dengan memberikan area bebas sekitar 3 meter dari alat uji. Hal ini ditujukan supaya hasil pengukuran benar benar tidak terganggu dengan faktor lingkungan sekitar seperti benda penghalang, angin dari kipas/ lingkungan yang dapat mengganggu proses pengukuran.

5. Hati hati dalam melakukan pengujian karena faktor K3 sangat penting disini. Pastikan hal no.3 sudah terpenuhi, proses pengamatan juga jangan dilakukan terlalu dekat kira kira 3 meter dari alat uji, pastikan dahulu baling baling sudah benar benar berhenti berputar ketika ingin mendekat ke alat uji.

6. Catat hasil pengujian untuk dilakukan pengolahan.