AI Assistant
Detail Karya Portofolio

Smart Fire Detection (SFD) berbasis IoT

Ageng Rochmad Oleh: Ageng Rochmad

Ringkasan Portofolio

Smart Fire Detection (SFD) berbasis Internet of Things (IoT) Terintegrasi dengan Blynk dan Email

Deskripsi & Detail Proyek

Kelompok 1 : 

Ageng Rochmad Joko Purwoko
Nafil Valencio Irwan 
Siti Hofifah

  1. Latar Belakang

Kebakaran rumah atau tempat kerja dapat terjadi tanpa kita ketahui dan dapat terjadi secara tiba-tiba, biasa dikarenakan arus pendek listrik, api rokok atau korek, ledakan gas LPG, dll. Masalah yang sering terjadi selama ini adalah keterlambatan kehadiran satuan pemadam kebakaran di lokasi kebakaran. Keterlabatan datangnya petugas kebaran disebabkan keterlambatan informasi yang diterima oleh petugas dari warga yang mengalami kebakaran. Oleh karena itu, dari permasalahan tersebut kita sangat membutuhkan sebuah proyek yang direalisasikan alat pemadam kebakaran otomatis sekaligus alat pengirim informasi lokasi terjadinya kebakaran ke satuan pemadam kebakaran. ini dilengkapi dengan penyiram dan alarm sekaligus Internet of Things. Dengan adanya alat ini diharapkan mampu memberikan penanganan pertama dan pengiriman informasi kebakaran dengan cepat dan tepat.

2. Rumusan Masalah 

  1. Bagaimana cara sensor Flame, DHT22 dan MQ7 bekerja dalam mendeteksi kebakaran?
  2. Bagaimana cara sistem dalam memonitoring dan mengerimkan notifikas kebakaran?

3. Tujuan

  1. Mengetahui cara kerja setiap sensor dalam mendeteksi kebakaran.
  2. Mengetahui cara pengiriman notofikasi dan monitoring dari sistem.

4. Manfaat

  1. Mempermudah monitoring suhu maupun kebakaran suatu ruangan.
  2. Membuat orang lebih waspada sejak awal tentang adanya kebakaran yang terjadi di suatu ruangan.

PEMBAHASAN

  1. Wiring Diagram

Pada rangkaian sistem deteksi dini kebakaran ini menggunakan mikrokontroller ESP32 dengan 3 input sensor yaitu sensor api/flame, sensor DHT22, dan sensor gas MQ-7. dan menggunakan 2 output yaitu LED dan buzzer. 

  • Untuk wiring sensor DHT22 dengan 3 pin yaitu pin VCC DHT22 pada pin 5V ESP32 lalu pin GND DHT pada GND ESP32, dan pin DATA DHT pada pin G5 ESP32.
  • Untuk wiring sensor FLAME dengan 3 pin yaitu pin VCC FLAME pada pin 5V ESP32 lalu pin GND FLAME pada GND ESP32, dan pin DATA FLAME pada pin G27 ESP32.
  • Untuk wiring sensor MQ-7 dengan 3 pin yaitu pin VCC MQ-7 pada pin 5V ESP32 lalu pin GND MQ-7 pada GND ESP32, dan pin DATA MQ-7 pada pin G32 ESP32.
  • Untuk wiring buzzer dengan 2 pin yaitu pin (+) buzzer pada pin G28 ESP32 lalu pin (-) buzzer pada pin GND ESP32.
  • Untuk wiring LED dengan 2 pin yaitu pin (+) LED dengan Resistor dan sisa pin resistor dengan pin G25 ESP32.
  • Untuk wiring Power Supply dengan 2 pin yaitu pin (+) pada VCC ESP32 dan pin (-) pada GND ESP32.

2. Program Sistem

  • Untuk cara kerja sensor DHT22 dalam mendeteksi kebaran yaitu dengan cara mendeteksi suhu dan kelembapan pada ruangan tersebut, semakin panas suhu dan semakin kering kelembapan maka kemungkinan terjadi kebakaran lebih besar.
  • Untuk cara kerja sensor Flame dalam mendeteksi kebaran yaitu dengan cara membaca intensitas cahaya dari api, jadi semakin banyak api semakin terang sehingga sensor flame lebih sensitif dalam mendeteksi apa dan adanya kemungkinan kebakaran.
  • Untuk cara kerja sensor MQ7 dalam mendeteksi kebaran yaitu dengan cara membaca banyaknya gas atau asap dari ruangan tersebut, semakin banyak asap maka kemungkinan kebakaran akan semakin besar.
  • Untuk cara monitoring dan pengiriman notifikasi via email kita menggukan sebuah aplikasi yaitu internet blynk, dimana semua hasil nilai pembacaan sensor kita hubungkan ke app blynk melalui virtual pin dengan koneksi wifi.

3. Desain dan Ukuran PCB

4. Tampilan Interface Sistem

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut: 

  • Sistem menggunakan sensor IRFlame untuk mendeteksi api. Sensor ini dapat mendeteksi api kecil dengan jarak sampai 240 cm. Pembacaan sensor tergantung pada intesitas cahaya api. 
  • Sensor DHT22 dalam pembacaan suhu sama dengan kondisi real-time
  • Sensor MQ7 dapat mendeteksi potensi kebakaran pada ruangan ketika nilai gas mencapai 300-500 PPM.
  • Sistem dapat mengirimkan notifikasi ketika ada tanda-tanda kebakaran melalui aplikasi blynk dan melalui email yang telah ditentukan.