Proses pembuatan produk minuman ini mencakup proses pengisian air ke botol, proses pemasangan tutup botol, proses pemberian label ke botol, dan proses pengemasan. Proses tersebut diprogram menggunakan kontroller logika yang dapat diprogram atau disebut juga dengan Programmable Logic Controller (PLC). Software yang digunakan untuk membuat program ini adalah CX-Programmer, menggunakan tipe PLC dari Omron yaitu CP1H-XA. Program ini disimulasikan menggunakan software CX-Designer untuk membuat HMI sederhana.
PLC Omron CP1H memiliki sistem pengalamatan yang sudah ditetapkan. Format pengalamatan pada CP1H terdiri dari word address, diikuti dengan titik lalu bit number. CP1H-XA CPU unit (tanpa expansi) memiliki 24 input dan 16 output built-in terminal. Untuk alamat built-in terminal input, dapat digunakan alamat 0.00 sampai 0.11 dan 1.00 sampai 1.11 (total 24 alamat). Untuk alamat built-in terminal output, dapat digunakan alamat 100.00 sampai 100.07 dan 101.00 sampai 101.7 (total 16 alamat). Untuk timer, dapat digunakan alamat T0 sampai T4095 (4096 timer). Untuk counter, dapat digunakan alamat C0 sampai C4095 (4096 timer). Alamat Work area dapat digunakan di dalam programming sebagai internal Input dan output dengan alamat W0 sampai W511.
Rung 0:
Rung ini memiliki dua buah kontak (contacts) yaitu Mulai dan Stop untuk menyalakan dan mematikan proses pada program. Kontak mulai merupakan Normally Open (NO) dan kontak stop merupakan Normally Close (NC). Rung ini juga terdapat coil ‘latch mulai’ dan kontak ‘latch mulai’. Ketika kontak ‘Mulai’ aktif, listrik akan mengalir dan menyalakan coil ‘Latch Mulai’. Kemudian, kontak ‘Latch Mulai’ akan tertutup dan mengunci status coil ‘Latch Mulai’ untuk tetap aktif meskipun nantinya kontak ‘Mulai’ menjadi tidak aktif. Ketika kontak ‘Stop’ aktif, coil ‘Latch Mulai’ akan mati dan akan mematikan seluruh sistem.
Rung 1 - 4:
Kontak proximity 1 menggunakan Differentiate Up (Differentiate Rising Edge) sehingga kontak tersebut dapat mengaktifkan coil ‘Latch pengisi air’ ketika terjadi transisi kontak dari low (mati) menuju high (aktif) dan coil akan tetap mati walaupun kontak tersebut berkeadaan aktif. Karena coil ‘Latch pengisi air’ aktif maka coil konveyor 1 menjadi mati. Kemudian, kontak ‘latch pengisi air’ akan menyalakan timer 0 selama 1 detik. Setelah waktu timer berakhir, coil ‘Pengisi air’ akan aktif, sekaligus mengaktifkan timer 1 selama 7 detik. Setelah waktu timer berakhir, coil tersebut mati, sekaligus menghidupkan timer 2 selama 1 detik. Kemudian coil ‘pengisi air’ akan mati dan mengaktifkan coil konveyor 1.
Rung 5 -12:
Rung ini memiliki pemrograman yang sama dengan rung 1-4 dengan alamat kontak dan coil yang berbeda.
Rung 13 - 16:
Kontak proximity 4 menggunakan Differentiate Down (Differentiate Falling Edge) sehingga kontak tersebut dapat memberi sinyal ke counter ketika terjadi transisi dari high (aktif) menuju low (mati) dan counter tidak akan diberi sinyal walaupun kontak tersebut berkeadaan mati. Instruksi pembanding pada rung 15 akan membandingkan apakah counter sudah menghitung sebanyak 4 kali. Jika counter menghitung sebanyak 4 kali, coil pengemasan akan aktif, konveyor 4 mati, dan mengaktifkan timer 9 selama 7 detik. Setelah waktu timer berakhir, counter akan mereset perhitungannya menjadi 0 dan coil konveyor 5 akan aktif kembali.
0 Orang Menyukai Karya Ini