AI Assistant
Detail Karya Portofolio

Analisis K3 OSHA Ayam Sawce in Bandung City

Salsabila Dinanda Oleh: Salsabila Dinanda

Ringkasan Portofolio

Analisis K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan) diperlukan untuk melakukan evaluasi yang terstruktur terhadap tingkat keamanan perusahaan. Penerapan Analisis K3 menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan. Salah satu kerangka acuan yang dapat digunakan dalam proses ini adalah OSHA (Occupational Safety and Health Administration). Pada portofolio ini, saya akan menganalisa penerapan K3 OSHA di Ayam Sawce Kota Bandung.

Deskripsi & Detail Proyek

Analisis K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan) diperlukan untuk melakukan evaluasi yang terstruktur terhadap tingkat keamanan perusahaan. Penerapan Analisis K3 menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan. Salah satu kerangka acuan yang dapat digunakan dalam proses ini adalah OSHA (Occupational Safety and Health Administration). Pada portofolio ini, saya akan menganalisa penerapan K3 OSHA di Ayam Sawce Kota Bandung.

Ayam Sawce berlokasikan di Jl. Batununggal Indah Raya No. 160 Bandung, Jawa Barat. Rata-rata biaya yang diperlukan berkisaran Rp 50.000/ orang. Jam buka Ayam Sawce pada 10:00 - 21:00. Restoran ini merupakan salah satu destinasi wisata kuliner di area Bandung yang wajib dikunjungi. Tersedia berbagai makanan enak dan memang layak untuk dikunjungi. Ayam Sawce terkenal dengan  menu unik, murah, dan melimpah. Di Ayam Sawce kamu akan mendapatkan sensasi makan ayam yang berbeda karena sajiannya dibumbui ala olahan seafood. Adapun menu best seller dari Ayam Sawce yaitu ayam sawce crispy, ayam sawce ori, dan paket berdua  ayam ordinary saus sawce.

Berdasarkan osha houskeeping checklist penilaian Ayam Sawce menunjukkan kinerja yang baik secara umum namun terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan guna memastikan keamanan dan keselamatan kerja para karyawan. Pertama, perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi dan lingkungan restoran yang licin, karena tumpahan saus, guna mencegah terpelesetnya karyawan dan potensi kecelakaan kerja. Kedua, diperlukan fasilitas yang memisahkan pakaian kotor dan bersih setelah bekerja untuk menghindari kontaminasi dan risiko paparan bakteri. Disarankan agar disediakan pembatas atau tempat terpisah yang aman. Ketiga, penting untuk memasang tanda peringatan tentang peralata berbahaya di lingkungan kerja agar karyawan baru atau siapa pun yang memasuki area tersebut dapat mengetahui dan menghindari bahaya yang ada. Terakhir, meskipun pengaturan area kerja sudah terorganisir dengan baik, ada kebutuhan untuk memaksimalkan fasilitas kebersihan guna menciptakan lingkungan kerja efisien.