AI Assistant
Detail Karya Portofolio

Analisis K3 menggunakan aturan OSHA

Saurani Oleh: Saurani

Ringkasan Portofolio

SPBU merupakan singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. SPBU adalah lembaga penyalur yang dibangun diatas sebidang tanah dan memiliki fasilitas SPBU dengan rancangan, desain, dan spesifikasi yang telah disetujui oleh Pertamina. SPBU digunakan untuk menyalurkan dan memasarkan BBM atau produk lain dengan menggunakan merek dagang Pertamina. SPBU memiliki peran penting untuk pengisisan bahan bakar kendaraan.

Deskripsi & Detail Proyek

Terdapat banyak risiko kecelakaan dan ancaman kesehatan di SPBU. Risiko-risiko tersebut dapat berupa kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kelelahan, terpeleset, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan dan syaraf, kanker serta masculoskeletal disorder. Risiko tersebut diantaranya dapat disebabkan karena kelalaian dan perilaku konsumen yang tidak patuh terhadap prosedur standar safety di SPBU. Salah satunya adalah kebiasaan konsumen menggunakan handphone saat pengisian bahan bakar. Pelarangan menggunakan handphone dikarenakan handphone merupakan salah satu media penghasil listrik statis ataupun sumber panas, sehingga jika terjadi listrik statis atau panas berlebih dari handphone yang bertemu dengan uap bahan bakar saat pengisian maka dapat memicu kebakaran.

Penerapan K3 harus lebih diperhatikan lagi di kawasan SPBU untuk menjamin kesehatan dan keselamatan orang-orang yang berada di SPBU. K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja/penyakit akibat kelalain yang mengakibatkan demotivasi dan defisiensi produktivitas kerja. Bila semua potensi bahaya telah dikendalikan dan memenuhi batas standar aman, maka akan memberikan kontribusi terciptanya kondisi lingkungan kerja yang pada akhirnya aman, sehat, dan proses produksi menjadi lancar, yang akan dapat menekan risiko kerugian dan berdampak pada peningkatan produktivitas.

Salah satu penyebab kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja adalah kegagalan untuk mengidentifikasi atau mengenali bahaya yang ada pada lapangan, atau bahaya yang sebenarnya dapat dicegah di lapangan. Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA) unsur penting dalam setiap program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang efektif adalah melaksanakan identifikasi bahaya dan risiko yang aktif dan berkelanjutan. Identifikasi bahaya dan risiko merupakan salah satu tahap perencanaan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang diwajibkan dalam standar ISO 45001:2018 maupun standar PP No.50 Tahun 2012 terkait SMK3. 

Hasil Analisis K3 SPBU Pertamina dengan menggunakan aturan OSHA

No

Bahaya Potensial

Jenis Bahaya

Risiko(KK/PAK)

Rencana Pengendalian Bahaya

1.

Fisika

  • Percikan api yang dapat ditimbulkan dari Cahaya blitz di kamera 
  • Percikan atau kebakaran karena Aliran listrik saat mesin kendaraan sedang hidup
  • Dapat menyebabkan cidera ringan ataupun berat
  • Dapat menyebabkan cidera ringan ataupun berat atau bahkan korban jiwa

 

  • Menyediakan tempat khusus yang aman untuk menggunakan handphine dan merokok
  • Memasang tanda untuk pengendara mematikan mesin kendaraan

2.

Biologis

  • Virus dan bakteri
  • Virus yang berpotensi menular imun tubuh menurun, bakteri dang fungi yang disebabkan permukaan lembab dan kotor
  • Memasang peringatan menjaga kebersihan di toilet dan menyediakan tong sampahh di toilet serta air yang bersih.

3.

Kimia

  • Pekerja menghirup zat kimia seperti gas H2S, benzene, dan bensin
  • Dapat mengiritasi jaringan paru-paru, mual hingga sakit kepala
  • Pengawasan lebih ketat kepada pekerja dalam penggunaan APD (Kacamata pelindung, masker dan prosedur penanganan bahan kimia)

4.

Safety Hazard

  • Terpeleset karena cairan crude oil
  • Tersandung hose loading
  • Luka ringan atau memar
  • Luka ringan atau juga memar
  • Pembersihan cairan crude oil secara rutin
  • Sebelum dan sesuda  bekerja peralatan ditempatkan pada posisi yang benar

5.

Psikologis

  • Lingkaran yang monoton

Mudah lelah dan stress

  • Mengatur entry path bagi konsumen agar terlihat rapi

6.

Ergonomis

  • Terlalu lama dengan posisi berdiri 
  • Pekerja mengalamai over exposure getaran yang berlebihan 
  • Sakit punggung pinggang, kaki tangan pegal-pegal dan sakit
  • Mengganggu pendengaran dan fokus
  • Memberikan kursi untuk duduk pekerja
  • Melakukan perawatan pada komponen mesin secara rutin