Program upgrade skill di bidang engineering, dari dasar hingga mahir.
Program khusus melalui platform mitra resmi dokter mekanik academy seperti Udemy, Prakerja, dan Kampus Merdeka.
Sertifikasi BNSP
Pilih pelatihan dan sertifikasi Nasional BNSP di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat SemuaSertifikasi Internasional
Pilih pelatihan dan sertifikasi Internasional di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat Semua
Temukan inspirasi dari hasil karya dan pengalaman para alumni dr. Mekanik Academy.
dr. Mekanik Academy tersedia di berbagai platform mitra resmi untuk memudahkan akses pelatihan Anda.
Jelajahi produk dan layanan lainnya dari ekosistem dr. Mekanik untuk solusi bisnis yang komprehensif.
Membantu kamu belajar, berkarya, dan membuat proyek engineering secara instan dan presisi!
Oleh: Muhammad Arya Ismail
Robot line follower adalah robot yang dapat bergerak mengikuti garis yang membentuk suatu lintasanRobot line follower banyak digunakan pada industri modern sekarang ini, biasanya digunakan untuk memindahkan barang dari satu terminal ke terminal lainnya.
Line follower robot adalah jenis robot otonom yang dirancang untuk mengikuti jalur yang ditandai,biasanya berupa garis hitam diatas latar belakang putih.Robot ini populer dalam kompetisi robotika,pendidikan,dan sebagai proyek hobi,menawarkan pengenalan praktis terhadap konsep teknik dan pemrograman.
1. Sensor: Komponen utama yang memungkinkan robot untuk mendeteksi garis. Sensor
inframerah (IR) sering digunakan, karena dapat membedakan antara warna gelap
(garis) dan terang (latar belakang). Sensor ini terpasang di bagian depan robot dan
memberikan sinyal kepada mikrokontroler berdasarkan informasi yang diterima.
2. Mikrokontroler: Berfungsi sebagai otak dari robot. Mikrokontroler, seperti Arduino
atau Raspberry Pi, memproses data dari sensor dan mengontrol motor berdasarkan
informasi tersebut. Ia menentukan tindakan yang harus diambil untuk menjaga robot
tetap pada jalur.
3. Sumber Daya: Baterai digunakan untuk memberikan daya ke semua komponen
robot, termasuk sensor, mikrokontroler, dan motor.
4. Motor driver: motor driver adalah sebuah modul yang dapat menggerakkan motor
DC motor driver digunakan pada LFR. sebagai perantara antara mikrokontroler
dengan motor DC dengan mneggunakan motor driver dapat memudahkan
pengendalian motor DC
5. Aktuator: aktuator digunakan sebagai alat penggerak pada LFR. Aktuator menerima
perintah yang diberikan oleh mikrokontroler melalui motor driver. Aktuator yang
digunakan dapat berbagai macam seperti motor DC, motor servo, motor stepper,
jumlah aktuator yang digunakan pun dapat berbeda – beda. Beberapa LFR
menggunakan 2 motor DC ada juga yang menggunakan 4 motor DC
6. Chassis line follower: Chassis line follower merupakan kerangka dari LFR, meliputi
bagian – bagian yang dapat dipasang dengan komponen. Seluruh komponen –
komponen LFR terpasang pada Chassis Chassis yang tersedia untuk LFR dapat
berbeda – beda bentuknya
prinsip kerja :
Line follower robot bekerja dengan cara mendeteksi garis yang ditandai. Ketika sensor di
bagian kiri mendeteksi garis, mikrokontroler akan mengubah arah robot ke kiri, dan
sebaliknya. Proses ini memungkinkan robot untuk secara otomatis mengikuti jalur yang telah
ditentukan tanpa intervensi manusia.
aplikasi :
Robot ini digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pengantaran barang di pabrik hingga
pengajaran robotika di sekolah. Line follower robot tidak hanya mengajarkan dasar-dasar
elektronika dan pemrograman, tetapi juga meningkatkan keterampilan dalam logika kontrol
dan desain sistem. Proyek ini memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi para
penggemar teknologi dan pelajar.
program sederhana yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
Program :
const int leftSensor = A0;
const int rightSensor = A1;
const int leftMotor = 9;
const int rightMotor = 10;
void setup() {
pinMode(leftMotor, OUTPUT);
pinMode(rightMotor, OUTPUT);
}
void loop() {
int leftValue = analogRead(leftSensor);
int rightValue = analogRead(rightSensor);
if (leftValue < threshold && rightValue < threshold) {
// Maju
digitalWrite(leftMotor, HIGH);
digitalWrite(rightMotor, HIGH);
} else if (leftValue < threshold) {
// Belok kanan
digitalWrite(leftMotor, LOW);
digitalWrite(rightMotor, HIGH);
} else if (rightValue < threshold) {
// Belok kiri
digitalWrite(leftMotor, HIGH);
digitalWrite(rightMotor, LOW);
} else {
// Diam
digitalWrite(leftMotor, LOW);
digitalWrite(rightMotor, LOW);
}
}
Prinsip kerja
0 Orang Menyukai Karya Ini