Program upgrade skill di bidang engineering, dari dasar hingga mahir.
Program khusus melalui platform mitra resmi dokter mekanik academy seperti Udemy, Prakerja, dan Kampus Merdeka.
Sertifikasi BNSP
Pilih pelatihan dan sertifikasi Nasional BNSP di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat SemuaSertifikasi Internasional
Pilih pelatihan dan sertifikasi Internasional di bidang engineering, rekayasa, manufaktur, dan subsetnya
Lihat Semua
Temukan inspirasi dari hasil karya dan pengalaman para alumni dr. Mekanik Academy.
dr. Mekanik Academy tersedia di berbagai platform mitra resmi untuk memudahkan akses pelatihan Anda.
Jelajahi produk dan layanan lainnya dari ekosistem dr. Mekanik untuk solusi bisnis yang komprehensif.
Membantu kamu belajar, berkarya, dan membuat proyek engineering secara instan dan presisi!
Oleh: Arif Firmansah
Simulasi Rangkaian Conveyor Berbasis Arduino adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk meniru sistem konveyor sebenarnya menggunakan komponen elektronik sederhana dan dikontrol oleh mikrokontroler Arduino. Dalam simulasi ini, Arduino bertindak sebagai "otak" yang mengendalikan seluruh sistem, sementara komponen lain seperti motor DC, sensor, dan LCD berfungsi sebagai bagian fisik dari konveyor.
Conveyor adalah sebuah sistem mekanik yang digunakan untuk memindahkan barang atau material dari satu tempat ke tempat lain secara otomatis.
Komponen dan Fungsinya
1. Arduino Uno:
Arduino Uno bertindak sebagai mikrokontroler yang mengontrol semua komponen lainnya. Menerima input dari sensor atau tombol, lalu memproses data tersebut untuk menghasilkan output yang sesuai. Membuat keputusan berdasarkan program yang telah diunggah, misalnya mengatur kecepatan motor, memberhentikan, merubah arah putaran motor dan menampilkan informasi di LCD.
2. LCD (Liquid Crystal Display):
Digunakan untuk menampilkan berbagai informasi, seperti arah putaran motor tersebut sedang ke kanan, kiri, atau sedang berhenti
3. Push Button:
Push button digunakan sebagai tombol untuk memberikan perintah manual ke sistem. Misalnya, untuk menjalankan atau menghentikan motor.
4. Potensiometer:
Potensiometer berfungsi sebagai pengatur tegangan analog. Dalam konteks ini, potensiometer digunakan untuk mengatur kecepatan motor secara manual. Dengan memutar potensiometer, kita dapat mengubah tegangan yang diberikan ke motor, sehingga kecepatannya pun berubah.
5. DC Motor:
Menggerakkan sabuk konveyor maju atau mundur, mengontrol kecepatan konveyor.
6. H-bridge Motor Driver:
H-bridge digunakan untuk mengontrol arah putaran dan kecepatan motor DC. Dengan menggunakan H-bridge, kita dapat membuat motor berputar maju, mundur, atau berhenti.
7. LED:
LED (Light Emitting Diode) digunakan sebagai indikator status. Memberikan indikasi visual tentang status sistem, yang menunjukkan apakah sistem sedang aktif, atau berhenti.
1 Orang Menyukai Karya Ini