AI Assistant
Detail Karya Portofolio

PERANCANGAN ALAT PENGERING SEPATU BERBASIS LOKER

Yusuf Ardiyanto Oleh: Yusuf Ardiyanto

Ringkasan Portofolio

Selama ini pengeringan sepatu di Indonesia jika mengalami kebasahan masih menggunakan cara konvensional yaitu dijemur dengan memanfaatkan sinar matahari. Dikarenakan cuaca terik matahari tidak dapat diprediksi terlebih saat musim hujan maka proses pengeringan dengan sinar matahari tidak dapat dihandalkan. Maka dari itu diperlukan alternatif lain untuk mengeringkan sepatu.

Deskripsi & Detail Proyek

LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan negara yang termasuk pada negara yang beriklim tropis. Negara beriklim tropis ini berarti negara tersebut hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Meskipun terbagi menjadi dua musim, namun hujan tetap dapat terjadi pada musim kemarau meski tidak sering. Pada musim hujan, terjadi fenomena-fenomena yang terjadi yang akan dirasakan hanya ketika musim hujan datang. Fenomena tersebut akan menjadi masalah bagi orang-orang yang berkegiatan diluar rumah dengan menggunakan sepatu khususnya bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah dengan berjalan kaki dan berkendara sepeda motor. Masalah ini timbul karena sepatu yang digunakan akan menjadi basah karena kehujanan. 

Bagi orang-orang yang beraktivitas di luar ruangan, jika hujan terjadi mungkin dan menjadi basah. Jika sepatu sudah basah, maka perlu dikeringkan agar dapat digunakan kembali. Namun jika ketika sedang musim hujan, akan sulit untuk mendapatkan panas matahari untuk menjemur sepatu yang basah tersebut. Dengan sulitnya mendapat panas matahari, maka sepatu tidak dapat digunakan kembali untuk keesokan harinya. Jika dipaksakan untuk menggunakan sepatu yang basah, akan terasa tidak nyaman. Selain itu juga, sepatu yang basah tersebut setelah dikeringkan dapat meninggalkan bau yang tidak sedap. Bau yang tidak sedap ini muncul karena sepatu yang kehujanan tersebut tercampur dengan keringat dan saat dikeringkan sepatu tidak kering dengan baik. 

Selama ini pengeringan sepatu di Indonesia jika mengalami kebasahan masih menggunakan cara konvensional yaitu dijemur dengan memanfaatkan sinar matahari. Dikarenakan cuaca terik matahari tidak dapat diprediksi terlebih saat musim hujan maka proses pengeringan dengan sinar matahari tidak dapat dihandalkan. Maka dari itu diperlukan alternatif lain untuk mengeringkan sepatu. (Okta Dwi Sembada dkk, 2020:32) 

Peluang tersebut tak disia-siakan oleh segelintir orang, banyak bermunculan UMKM yang bergerak di bidang binatu sepatu. Sudah menjadi realitas bagi pemegangan usaha yang berskala menengah UMKM untuk memenuhi permintaan pasar serta kebutuhan ekonomi ditengah persaingan yang kian ketat. Namum spesifikasi mesin pengering dipasaran masih perlu ditingkatkan kembali agar bisa memenuhi kebutuhan pasar khususnya dimusim penghujan. Oleh karena itu diperlukan perancangan ulang mesin pengering sepatu agar kinerjanya makin efisien. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara pemilihan komponen yang akan digunakan, mempelajari karakteristik dan data fisiknya, membuat rangkaian skematik dengan melihat fungsi-fungsi komponen yang dipelajari, sehingga dapat dibuat alat yang sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. (Retno Maulanasari, 2021:628)

TUJUAN

  1. Mampu meminimalisir penggunaan daya ketika pemakaian tidak dalam jumlah yang maksimal
  2. Mampu meminimalisir panas yang keluar ketika pembuka pintu mesin pengering.
  3. Mampu mengeringkan sepatu lebih cepat.

 MANFAAT

  1. Alat ini mampu mengeringkan sepatu dalam jumlah tertentu tanpa harus menghidupkan semua pemanas.
  2. Alat ini mampu mengurangi jumlah listrik yang digunakan jika jumlah sepatu yang dikeringkan tidak maksimal.
  3. Alat ini mampu meminimalisir panas yang timbul pada bagian body ketika alat beroprasi

CARA KERJA

Inovasi mesin pengering Sepatu berbasis loker ini bisa mengatasi masalah waktu pengeringan dikarenakan panas akan terfokus pada tiap loker dan meminimalisir panas yang keluar melalui bagian body mesin karena adanya filler dibagian dalam mesin. Fitur pemanasan tiap kolom mempermudah pengguna untuk mengeringkan sepatu sesuai dengan kebutuhan pengeringan tanpa harus menghidupkan mesin secara keseluruhan, sehingga dapat meminimalisir penggunaan listrik.